Gimana sih awal mula nya seorang programmer lamar kerja !

Gimana sih awal mula nya seorang programmer  lamar kerja,,,,, Kayaknya skill sy gak sampe sampe ke level industri Boleh share experience nya atuh!!! 😊

Mutakin Ikhwan

kerja /ker·ja /1n kegiatan melakukan sesuatu; yang dilakukan (diperbuat): — nya makan dan minum saja2n sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah; mata pencaharian. https://kbbi.web.id/kerja

Setidaknya itulah arti kerja dari KBBI, tentunya sebelum kita dapat bekerja dan diupah, pastinya kita harus melamar untuk posisi tersebut, dan bagaimana cara melamar pekerjaannya, dan bagaimana agar mendapatkan upah yang sesuai dengan kita inginkan.

Berikut kami sarikan sharing dari WAG TasikCode paparan dari kang Dimas Yudha P Github (silahkan kepoin GitHub beliau)

Awal mulanya lamar kerja adalah ngelamar kerja, tapi masalahnya kebanyakan bukan ngelamar kerjanya tapi ketika ngelamar kerja dalam tanda kutip menjual diri.  Yang namanya menjual, penjual akan berusaha memperbagus / mempercantik yang akan dijual, tidak hanya memperbagus tampilan saja, tapi juga isinya.

Nah dari hal itu, ada 2 poin yaitu memperbagus / mempercantik tampilan, ini korelasinya dengan CV, resume, github profile (coder), portfolio (designer). Sementara isinya adalah skill yang ada sesuai dengan yang ditampilkan.  

Beberapa pelamar ada yang tidak memperdulikan poin pertama, yang penting skill mumpuni tingkat dewa, pasti banyak yang tertarik. Sebenarnya bagi pelamar, baik itu yang udah ada pengalaman atau yang pertama mau kerja adalah 

poin 1 yaitu CV, Resume. Karena recruiter / talent acquisition / headhunter, dkk kebanyakan bukan orang teknis, mereka akan membaca profile dan dari sana akan didapatkan informasi mengenai pelamar atau orang tersebut. Bagi yang berpengalaman kerja, ada opsi lain yaitu relasi (banyak kenalan) ini juga relevan karena dari relasi, rekan sepekerjaan ditempat kerja atau diluar tempat kerja akan ikut memberikan poin (referensi) mengenai pelamar, tapi tetap ketika poin 1 nya kurang, maka recruiter akan kesulitan untuk melihat nilai dari si pelamar itu.

Poin 2 digunakan setelah proses oleh recruiter selesai atau lolos, poin 2 diproses pada saat interview (offline atau online) dan untuk lowongan teknis akan ada namanya teknikal test.

Kalo kita melebih lebihkan poin 1 sehingga yang tertulis tidak sesuai dengan yang aktual, kebanyakan pelamar akan sampai di tahapan screening recruiter aja. Di teknikal test dan-atau interview akan terlihat bahwa kemampuannya tidak seperti yang tertulis.

Nah bagaimana caranya supaya poin 1 dan poin 2 bagus? perbanyak melihat contoh-contoh resume, cv yang banyak diinternet. Belajar menulis dan menyampaikan informasi sehingga tujuannya bisa tersampaikan. khusus untuk skill koding, perlu diingat bahwa koding itu bukan bakat yang diturunkan sejak lahir dan bersifat konstan, artinya skill koding perlu diasah terus menerus, always fool, always hungry. Ikut bootcamp, online tutorial, praktek praktek praktek praktek..

Sebelum melamar pekerjaan secara penuh, coba dulu melamar kerja praktek (internship), ini berguna untuk mengetahui situasi dunia kerja / industri serta bagi yang mempunyai filosofi DDD (deadline driven development) maka dengan adanya orang yang mendukung atau mengharapkan kita untuk bisa melakukan sesuatu, kemungkinan besar kita akan bisa melakukan itu.

Dan dari kerja praktek pun bisa jadi bagian kita membangun relasi, karena ada yang direkrut ketika proses internship itu. Tetapi kalau tidak, maka proses itu menjadi bagian yang bisa kita tulis / cantumkan pada resume atau CV.

Hackerrank, codility, algoexpert, dll, bisa digunakan untuk mengasah kemampuan dan dari sana bisa jadi bagian yang bisa ditulis di cv / resume dan ada juga recruiter yang nongkrong pada platform tersebut untuk mencari talent -talent tersembunyi.

Hackathon, Codeathon, bagi yang ingin / suka memacu adrenalin bikin candi dalam semalam, bisa juga ikut kegiatan ini. Opensource Project, bagi yang suka atau ingin belajar koding, banyak proyek proyek opensource yang bisa diikuti, darisana bisa dapat pula feedback mengenai koding yang kita buat. Proyek opensource pun bisa dimasukan kedalam cv, resume dan-atau portfolio.

Bikin aplikasi sendiri, baik itu yang sifatnya opensource atau pun tidak. Mungkin ketika kita ada ide atau melihat permasalahan yang ada dikehidupan dan kita ingin memberikan solusinya melalui teknologi, atau sekedar bikin aplikasi “iseng”, bisa juga membuat aplikasi dan coba dipublikasikan.

Kegiatan bikin aplikasi sendiri, bisa dimasukan kedalam cv, resume dan-atau portfolio.

Dan bahkan siapa tau, aplikasi yang dibuat bisa diterima oleh pengguna (masyarakat). Alih-alih berpikir bahwa skill kita tidak sesuai / tidak sampai sampai kelevel industri, tapi dengan aplikasi yang dibuat, ternyata aplikasinya yang bisa bersaing secara level industri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *